Rabu, 12 November 2025

bab III

Infografik: Metodologi Penelitian (Phyphox & AI)

Metodologi Penelitian

Visualisasi Bab III: Inovasi Modul Fisika (Phyphox & AI)

3.1 Desain Penelitian Inti

Penelitian ini menggunakan dua pilar utama: jenis penelitian R&D untuk membuat produk, dan desain *One-Shot Case Study* untuk menguji implementasinya.

Jenis Penelitian

Research & Development (R&D)

Tujuan utama adalah menghasilkan dan memvalidasi produk baru berupa Modul Praktikum Fisika Digital (Phyphox & AI).

Desain Uji Coba Implementasi

One-Shot Case Study

X → O

(X = Perlakuan Modul Digital, O = Observasi Hasil Belajar).

3.4 Prosedur R&D (Model ADDIE)

Pengembangan produk mengikuti model ADDIE yang sistematis, dari analisis kebutuhan hingga evaluasi akhir produk.

1. Analysis

Analisis kebutuhan, kurikulum, dan kesenjangan analitik (Bab II).

2. Design

Merancang kerangka modul (instruksi Phyphox, panduan AI) dan instrumen.

3. Development

Mengembangkan modul final, skrip AI, dan melakukan Uji Validasi Ahli ($H_1$).

4. Implementation

Pelaksanaan perlakuan ($X$) di kelas eksperimen menggunakan modul.

5. Evaluation

Pengukuran $O$ (Uji Akhir/Post-test) dan Angket Kepraktisan ($H_2$).

3.2.2 Linimasa Penelitian (Gantt Chart)

Penelitian ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, dari 15 Oktober hingga 13 November 2025.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Data dikumpulkan untuk mengukur tiga aspek utama keberhasilan produk: Validitas, Kepraktisan, dan Efektivitas.

📝

Validitas Produk (H_1)

Diukur menggunakan **Lembar Validasi** yang diisi oleh Validator Ahli (Ahli Materi & Media).

👍

Kepraktisan Produk (H_1)

Diukur menggunakan **Angket Respon Siswa** untuk menilai kemudahan penggunaan dan efisiensi modul.

🎯

Efektivitas Hasil Belajar (H_2)

Diukur menggunakan **Soal Uji Akhir (Post-test)** untuk menilai pemahaman konseptual dan KPS siswa.

3.6 Kriteria Keberhasilan (Analisis Data)

Modul dianggap berhasil jika memenuhi target minimum yang ditetapkan untuk validitas, kepraktisan, dan efektivitas hasil belajar.

Validitas (Ahli)

V ≥ 3.5

(Menggunakan rerata skor validasi ahli pada skala 1-5).

Kepraktisan (Siswa)

Target minimal **61% Respon Positif** (Kategori "Praktis").

Efektivitas (Hasil Belajar)

Target minimal = 70% Ketuntasan Klasikal= (Siswa KKM 75).

Infografik ini dibuat berdasarkan Bab III Metodologi Penelitian: "Inovasi Penggunaan Sensor Smartphone (Phyphox dan AI)".

Desain SPA oleh Canvas Infographics. Rendered with Chart.js & Tailwind CSS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar