Jumat, 26 September 2025

Babinsa Koramil Kuta Alam dan MA Darul Ulum lakukankoordinasi, Susun Aksi Bentengi Pelajar dari Perundungan

Banda Aceh, 23 September 2025 – Upaya nyata membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan berdisiplin tinggi dimulai dengan koordinasi antara Koramil 13/Kuta Alam dan Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum YPUI Banda Aceh pada Rabu (23/9) lalu.

Diskusi ini menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) kedua pihak. Mereka secara khusus membahas rencana aksi pencegahan terhadap isu-isu krusial di kalangan pelajar, seperti kenakalan remaja, perundungan (bullying), perkelahian, dan pelanggaran tata tertib madrasah.
Babinsa Koramil Kuta Alam, Sertu Marhalim, berkoordinasi dengan Humas MA Darul Ulum YPUI, Samsul Bahri, S.Pd. Pertemuan ini fokus pada integrasi kedisiplinan militer dengan pendidikan akhlak madrasah untuk memperkuat kesetiakawanan nasional siswa.

Sertu Marhalim menyatakan, peran Babinsa adalah sebagai mitra strategis dalam Pembinaan Teritorial (Binter) yang mengutamakan pencegahan. "Kami tidak hanya bicara baris-berbaris. Kami hadir untuk menanamkan empati, toleransi, dan rasa persatuan. Nilai-nilai ini akan menjadi benteng bagi siswa agar tidak terlibat dalam tindakan yang memecah belah, seperti perundungan dan kekerasan fisik," tegasnya.

Disepakati tiga program utama yang berfokus pada pendekatan pencegahan dan akan segera dilaksanakan. Program pertama adalah Pembinaan Akhlak dan Anti-Kekerasan, di mana Babinsa akan rutin memberikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang disinergikan dengan edukasi mengenai dampak psikologis dan hukum dari perundungan dan perkelahian. 

Program kedua adalah Latihan Kedisiplinan dan Ketaatan, dengan mengintensifkan Pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) sebagai sarana melatih kepatuhan spontan dan kontrol diri. Terakhir, melalui program Penguatan Kesetiakawanan, rencana aksi mencakup kegiatan team building untuk merangsang kolaborasi dan mencegah terbentuknya kelompok pemicu konflik, yang melibatkan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) sebagai agen pelapor dan peredam konflik sebaya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar